Sabtu, 09 April 2022

MANEJEMEN SEKOLAH

 NAMA : FAIDIL AZMI

KELAS : 4H

PRODI : PAI

NIM : 12001282


MANAJEMEN SEKOLAH

Apa definisi yang terlintas di pikiran Anda ketika kita membicarakan tentang manajemen sekolah? Bisa jadi, beberapa dari Anda memikirkan hal yang sama. 


Dalam artikel ini, mari kita samakan persepsi kita tentang definisi manajemen sekolah, agar kita memiliki konsep pemikiran yang sama. Mari definisikan kata tersebut secara sederhana.


Manajemen sekolah adalah salah satu kegiatan yang dibuat untuk mengelola seluruh proses administrasi dalam sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Manajemen sekolah sendiri memiliki dua aspek, yaitu:


• Manajemen eksternal yang mencakup hubungan antara sekolah dengan pihak di lingkungan luar sekolah, seperti misalnya masyarakat setempat, pemimpin dari masyarakat setempat, dan pemimpin daerah, hingga dinas-dinas yang berkaitan dengan fungsi sekolah.


• Manajemen internal yang mencakup segala hal yang ada di sekolah, mulai dari infrastruktur seperti gedung sekolah, kelas, juga SDM yang ada di sekolah sebagai sebuah organisasi, seperti guru, kepala sekolah, staf, siswa, dan seluruh pihak-pihak lainnya, yang memiliki peran dalam membantu kemajuan sekolah.

Fungsi Manajemen Sekolah dan Bidang-Bidang Kegiatan Pendidikan

Setelah menyamakan definisi tentang manajemen sekolah, selanjutnya mari kita sama-sama mencari tahu tentang fungsi manajemen sekolah secara prakteknya.


G.R. Terry mengatakan, ada empat fungsi manajemen, yang terdiri dari:


• Perencanaan atau planning


• Pengorganisasian atau organizing


• Pelaksanaan atau actuating, dan


• Pengawasan atau controlling.


Ada pula pendapat dari ahli-ahli lainnya, tapi sebenarnya, secara garis besar, mereka memaparkan fungsi-fungsi yang serupa. 


Sementara itu, dikatakan oleh DIrektorat Pendidikan Menengah Umum Depdiknas, ada beberapa bidang-bidang kegiatan dalam pendidikan sekolah, yaitu:


1. Manajemen Kurikulum

Manajemen sekolah kurikulum ini  merupakan salah satu aspek utama di sekolah sebagai sebuah organisasi yang utuh. Prinsip dasarnya adalah mengusahakan supaya kegiatan belajar dan mengajar dapat berjalan dengan baik, sesuai dengan alur kerja yang sudah ditentukan sebelumnya. Manajemen kurikulum ini terdiri dari empat tahapan, yaitu; merencanakan, mengorganisasi dan koordinasi, melaksanakan, dan mengendalikan.

2. Manajemen Kesiswaan

Manajemen sekolah kesiswaan ini berfungsi untuk mengatur segala sesuatu terkait siswa yang menjadi bagian dari organisasi sekolah. Berbicara tentang bagaimana seharusnya para siswa diperlakukan, bagaimana guru harus mengamati kondisi masing-masing siswa dan mengakui perbedaan yang terdapat dalam diri masing-masing siswa, bagaimana caranya memberikan suntikan motivasi agar siswa mau belajar, dan bagaimana guru mampu membantu siswa dalam mengembangkan potensi dalam dirinya.


3. Manajemen Personalia 

Manajemen sekolah personalia ini berbicara tentang bagaimana meningkatkan kualitas sekolah dengan memanfaatkan SDM terbaik, dan bagaimana menciptakan budaya kerja serta mengajar yang sehat agar semua pihak yang terlibat bisa mendapatkan hasil yang maksimal, juga memberikan yang terbaik untuk kemajuan sekolah.


4. Manajemen Keuangan

Manajemen keuangan ini tentu berkaitan tentang perputaran dana yang masuk dan yang keluar, dan bagaimana caranya menciptakan peraturan yang mampu memberikan keuntungan materiil agar sekolah bisa tetap beroperasi.


5. Manajemen Infrastruktur

Manajemen sekolah yang terakhir ini mengatur segala infrastruktur yang ada di sekolah, mendata dan merawat seluruh sarana dan prasarana yang ada di sekolah secara periodik, dan tata cara merawat serta memperbarui data-datanya.


Manajemen Sekolah yang Baik

Membuat manajemen sekolah yang baik tentu harus didiskusikan bersama dengan seluruh pihak ataupun perwakilan dari pihak yang akan terlibat nantinya. Usahakan untuk memenuhi segala aspek-aspek yang ada dalam penjelasan sebelumnya.


Selain itu, usahakan juga untuk membuat manajemen yang fleksibel, di mana artinya bisa diperbarui atau bahkan diganti ketika muncul sebuah keadaan yang mengharuskan pihak sekolah untuk merombak manajemen sekolah ke arah yang lebih baik.


Dan untuk membuat aplikasi seperti itu, tentu tidak mudah dan perlu dana yang lumayan besar. Namun, ada kabar gembira bagi sekolah di Indonesia. Sekarang ada platform gratis yang bisa menghandle semua kebutuhan sekolah dalam satu tempat. Termasuk didalamnya sudah tersedia aplikasi pembelajaran jarak jauh yang akan mempermudah guru dan siswa dalam belajar online.




Sabtu, 02 April 2022

KULTUR SEKOLAH

 NAMA: FAIDIL AZMI

KELAS: 4H

PRODI: PAI

NIM: 12001282


Istilah “kultur” pada mulanya datang dari disiplin ilmu Antropologi Sosial. Apa yang tercakup dalam definisi budaya sangatlah luas. Istilah kultur dapat diartikan sebagai totalitas pola perilaku, kesenian, kepercayaan, kelembagaan, dan semua produk lain dari karya dan pemikiran manusia yang mencirikan kondisi suatu masyarakat atau penduduk yang ditransmisikan bersama. Dalam kamus besar bahasa Indonesia budaya (cultural) diartikan sebagai pikiran, adat istiadat, sesuatu yang sudah berkembang, sesuatu yang menjadi kebiasaan yang sukar diubah. Dalam pemakaian sehari-hari, orang biasanya mensinonimkan pengertian budaya dengan tradisi (tradition). Dalam hal ini, tradisi diartikan sebagai ide-ide umum, sikap dam kebiasaan dari masyarakat yang nampak dari perilaku sehari-hari yang menjadi kebiasaan dari kelompok dalam masyarakat tersebut. Deal dan Kent mendefinikan “kultur sekolah sebagai keyakinan dan nilai-nilai milik bersama yang menjadi pengikat kuat kebersamaan sebagai warga suatu masyarakat” Menurut definisi ini, suatu sekolah dapat saja memiliki sejumlah kultur dengan satu kultur dominan dan sejumlah kultur lainnya sebagai subordinasi. Sejumlah keyakinan dan nilai disepakati secara luas di sekolah dan sejumlah kelompok memiliki kesepakatan terbatas di kalangan mereka tentang keyakinan dan nilai-nilai tertentu. Stolp dan Smith menyatakan:


“ kultur sekolah adalah suatu pola asumsi dasar hasil invensi, penemuan oleh suatu kelompok tertentu saat ia belajar mengatasi masalah-masalah yang berhasil baik serta dianggap valid dan akhirnya diajarkan ke warga baru sebagai cara-cara yang dianggap benar dalam memandang, memikirkan, dan merasakan masalah-masalah tersebut.”


Jadi, kultur sekolah merupakan kreasi bersama yang dapat dipelajari dan teruji dalam memecahkan kesulitan-kesulitan yang dihadapi sekolah dalam mencetak lulusan yang cerdas, terampil, mandiri dan bernurani.


Budiningsih menyatakan dalam suatu organisasi (termasuk lembaga pendidikan), budaya diartikan sebagai tindakan dan norma. Pertama, tindakan yaitu keyakinan dan tujuan yang dianut bersama yang dimiliki oleh anggota organisasi yang potensial membentuk perilaku mereka dan bertahan lama meskipun sudah terjadi pergantian anggota. Dalam lembaga pendidikan misalnya, budaya ini berupa saling menyapa, saling menghargai, toleransi dan lain sebagainya. Kedua, norma perilaku yaitu cara berperilaku yang sudah lazim digunakan dalam sebuah organisasi yang bertahan lama karena semua anggotanya mewariskan perilaku tersebut kepada anggota baru. Dalam lembaga pendidikan, perilaku ini antara lain berupa semangat untuk selalu giat belajar, selalu menjaga kebersihan, bertutur sapa santun dan berbagai perilaku mulia lainnya.


Dalam organisasi sekolah, pada hakikatnya terjadi interaksi antar individu sesuai dengan peran dan fungsi masing-masing dalam rangka mencapai tujuan bersama. Tatanan nilai yang telah dirumuskan dengan baik berusaha diwujudkan dalam berbagai perilaku keseharian melalui proses interaksi yang efektif. Dalam rentang waktu yang panjang, perilaku tersebut akan membentuk suatu pola budaya tertentu yang unik antara satu organisasi dengan organisasi lainnya. Hal inilah yang pada akhirnya menjadi karakter khusus suatu lembaga pendidikan yang sekaligus menjadi pembeda dengan lembaga pendidikan lainnya.


Karakteristik Kultur Sekolah

Kultur Sekolah merupakan budaya sekolah yang dapat memberikan pengaruh terhadap kehidupan masyarakat sekolah baik pengaruh positif maupun pengaruh negatif sebagaimana karakteristik kultur tersebut. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Moerdiyanto yang menyatakan bahwa “Kultur sekolah terdiri dari kultur positif dan kultur negatif. Kultur positif adalah budaya yang membantu mutu sekolah dan mutu kehidupan bagi warganya”. Dalam pengertian mutu sekolah dan mutu kehidupan dapat dimaksudkan sebagai mutu yang berhubungan dengan kehidupan yang bernilai moralitas dan agamis masyarakat sekolah. Aktifitas siswa dalam kesehariannya tidak akan lepas dari keterlibatan kultur sekolah pada proses bersikap, berbuat dan memandang bahkan berfikirnya. Mutu kehidupan siswa yang diharapkan adalah siswa yang memiliki prilaku baik dalam sudut pandang etika dan agama. Kultur positif ini akan memberi peluang sekolah beserta warganya untuk membentuk dan maningkatkan kemampuan dan kecerdasan spiritual siswa.

PERANGKAT PEMBELAJARAN

  Pendidikan,fajarberita.com-Guru merupakan sosok yang sangat penting didalam sebuah KBM.Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus dis...