BIOGRAFI
PAHLAWANKU
NAMA: FAIDIL AZMI
KELAS: 1H
MAKUL: BAHASA INDONESIA
ASSALAMUALAIKUM WR.WB.
kedua orang yg mulia, yg berjuang mati
matian untuk melihat saya menjadi mulia, yg mereka berdua rela menjadi hina
demi melihat saya mulia. yg murkanya allah tergantung di murkanya mereka, dan
ridho allah pun tergantung dari ridho mereka, yahh mereka adalah kedua orang
tua. mereke sangat berjasa, setiap hari mendoakanku agar selalu menjadi seorang
manusia yg sukses. mereka tak ingin melihatku menderita, setiap apapun akan
mereka lakukan demi untuk melihat ku tertawa.
walaupun kini mereka tak lagi muda,
tapi pengorbanan mereka masih sangat berjasa, pengorbanan yg tak dapat di ukir
dengan kata kata maupun dengan sebuah penghargaan semata, karna pengorbanan
mereka hanya dapat di balas dengan memberikan mahkota, di kala semua manusia
tengah berada dalam satu tempat yg amat sangat panas nya, menghadiahkan mereke
syurga dengan ibadah yg tulus dan rasa cinta.
ibu dan ayah, terima kasih telah
membimbingku menjadi seorang yg dapat melihat dan tak menjadi seorang yg buta,
buta akan kebenaran buta akan jalan yg baik. keringatmu takkn pernah sia"
karna allah tau lelahmu bukan untuk kenikmatan dunia semata, tapi menginginkan
anakmu ini untuk menjadi seoraseorang yg dekat dengan tuhannya.
ibu dan ayah seorang pahlawan yg
namanya tak terukir di buku sejarah, namun, nama mereka terukir di depan pintu
syurga aamiin.
nama merek memang tiak terukir di buku sejarah tapi aku yakinallah tulis nama
meeka di buku syurga, merekalah sosok manusia yg bekerja tanpa lelah berjuang
tanpa mengenang jasa, cucuran air keringat mengalir di di pipi mereka, namun
itu semua tidak pernah di perdulikan hanya demi melihat anak anaknya bahagia.
aku pernah mendengar lagu yg menceritakan tentang perjuangan orng tua yg mereka
berjuang tetapi tak pernah ingin di balas jasa,
betapa ikhlasnya hati mereka,sehinnga rasulullah pun pernah berkata “ bahwa ketika seorang sahabatnya yg
menggendong ibunya dari luar kota mekkah menuju mekkah dan di gendong lagi
untuk melaksanakan haji, lalu dia bertanya kepada rasulullh apakah atas perbuatannya
tersebut sudah dapat di kategorikan sebagai seorang telah membalas jasa ibunya?
Lalu rasulullah berkata “ bahkan untuk setetes keringatnya saja ketika
melahirkan mu semua yg kau lakukan belum mampu untuk membalasnya”.
mereka memang bukan seorng presiden, bukan seorng pejabat, bukan seorsng
penguasa, ataupun seorang yg mempunyai pangkat atau jabatan. Karna itu semua
hanya bersifat duniawi semata, akan tetapi yg harus kita ketahui,mereka punya
jjabatan yg sangat besar di sisi tuhannya,punya pengaruh yg besar bagi anak
anaknya, bahkan rasulullah mengatakan “ keridhoan allah terletak pada ridho
orang tua dan begitu sebaliknya murkanya allah terletak pada kemurkaan orang
tua”.
bahkan sangking besarnya peranan orang tua terhadap kehidupan anaknya, smpai
sampai kesuksesan dan kebangkrutan hidup seorang anakpun tergantung bagaimana
dia bersikap terhadap kedua orng tuanya. Karna pernah di kisahkan di zaman
rasulullah saw. Ada seorang sahabat yg bernama al qomah, ia adalah seorang ahli
ibadah yg sangat rajin dan taat kepada segala perintah allah dan selau
menghidupkan sunnah rasulullah saw. Akan tetapi ketika ajalnya hendak datang nyawanya
telah smapai di tenggorokan, para sahabat rasulullah saw. Membimbingnya untuk
mengucapkan syahadat, namun sulit sekali al qomah untuk mengucapkannya. Sampailah
para sahabat mengabarkan kepada rasulullah tentang perihal al qomah yg tidak bias
mengucapkan syahdat di akhir hayatnya, padahal di masa hidupnya ia terkenal
sebagai seorang yg ahli ibadah yg tak
pernah terlepas akan perintah tuhannya dan selalu menghidupkan sunnah
rasulullah saw. Lalu rasulullah saw. Menghampirinya dan melihat keadaannya,
seketika rasulullah saw. Bertnya kepada shabat karibnya “ apakah al qomah punya
salah satu dari kedua orng tua yg masih hidup?” jawab sahabat karibnya.. punya
ya rasulullah ‘ siapa? Tanya rasulullah maka sahabat karinya menjawab ibunya ya
rasulullah seketika rasulullah perintahkan kepada para sahabnya untuk mencari
tau di mana rumah sang ibu dan mngkabarkan kepada ibunya bahwa al qomah tengah
menjalani sakaratul mautnya. Maka bergegaslah para sahabat mendatangi ibunya. Seketika
sampai di hadapan ibunya maka para sahabat mengatakan kepada ibunya perihal al
qomah yg sedang sakaratul maut dan sahabat mengatakan bahwa rasulullah memerintahkan
engkau ( ibu al qomah ) untuk menghadap rasulullah. Maka sang ibu pun bergegas
menghadap rasulullah saw. Sesampainya di hadapan rasulullah seketika ia
mengucapkan salam dan di jawab oleh rasulullah dan rasulullah saw. Menanyakan kepada
sang ibu apakah al qomah pernah melakukan sesuatu kesalahan kepada sang ibu
sehingga ketika hendak meninggal dunia pun amal ibadah al qomah tak mampu untu
membimbing mulutnya untuk mengucapkan kalimat syahadat?.maka sang ibu berkata
kepada rasulullah saw. Bahwasanya al
qomah mempunyai suatu kesalahan kepada sang ibu yg sampai detik itupun
sang ibu belum memafkan kesalahan al qomah. Rasulullah bertanya apa kesalahan
tersebut? ibu al qomah pun menceritakan bahwanya ketika al qomah belum
menikat setiap sepulangnya al qomah dari
pekerjaannya ia selalu membawa sekantong susu yg selalu di berikannya kepada
ibunya terlebih dahulu baru lah dia meminum dari pada susu tersebut. akan
tetapii setelah al qomah kawin, dan setiap ia pulang dari pekerjaanya dia
membawa sekantong susu akan tetapi dia lebih mendahului memberikan susu
tersebut kepada istrinyadibandigkan kepada diriku.dan karna hal itulah aku
tidak meridhoinya dan tidak memaafkannya.maka rasulullah memerintahkannya untuk
memaafkan anaknya, akan ttetapi sang ibu tetap tidak mau mmemaafkan al
qomah. Maka ketika melihat dan mendengar
sang ibu tidak memaafkan al qomah, rasulullah perintahkan para sahabatnya untuk
mencari kayu bakar sebanyak banyaknya dan langsung membakar al qomah. Para sahabatpun
melaksanakan perintah rasulullah ,
mencari kayu bakar dan bersiap siap membakar al qomah. Melihat sang anak hendak
di bakar rasulullah , sang ibu bertanya kepada rasulullah “ ya rasulullah,
mengapa engkau hendak membakarnya? Jawab rasulullah biyalah api dunia yg
membakarnya sekarang ini, ketimbang allah membakarnya di api neraka kelak. Mendengar
ujaran yg di sampaikan oleh rasulullah, maka sang ibu menangis di hadapan
rasulullah dan berkata bahwasanya ia telah memaafkan al qomah dan telah
meridhoinya. Seketika sang ibu telah memaafkan dan meridhoi anaknya maka
terdengarlah suara dari mulut al qomah yg mengcapkan syahadat sembari
mengakhiri hidupnya dengan khusnul khootimah.
yahh begitulah sedikit biografi tentang
begitu dahsyatnya keridhoan orang tua,
sebenarnya bnyak sekali hadits dan kisah yg menggambarkan tentang kemulian
seorang ibu dan ayah. Dari kesederhanaan
hidupnya namun mempunyai hati yg kaya, mengajarkan kita untuk menerima apa adanya dan selalu bersyukur atas segal nikmat
dari yg maha kuasa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar