Minggu, 20 Desember 2020

sedikit biografi tentang " 2 malaikat tak bersayapku"

 
  

BIOGRAFI PAHLAWANKU

 

NAMA: FAIDIL AZMI
KELAS:  1H
MAKUL:  BAHASA INDONESIA




ASSALAMUALAIKUM WR.WB.

   kedua orang yg mulia, yg berjuang mati matian untuk melihat saya menjadi mulia, yg mereka berdua rela menjadi hina demi melihat saya mulia. yg murkanya allah tergantung di murkanya mereka, dan ridho allah pun tergantung dari ridho mereka, yahh mereka adalah kedua orang tua. mereke sangat berjasa, setiap hari mendoakanku agar selalu menjadi seorang manusia yg sukses. mereka tak ingin melihatku menderita, setiap apapun akan mereka lakukan demi untuk melihat ku tertawa.

 

 

walaupun kini mereka tak lagi muda, tapi pengorbanan mereka masih sangat berjasa, pengorbanan yg tak dapat di ukir dengan kata kata maupun dengan sebuah penghargaan semata, karna pengorbanan mereka hanya dapat di balas dengan memberikan mahkota, di kala semua manusia tengah berada dalam satu tempat yg amat sangat panas nya, menghadiahkan mereke syurga dengan ibadah yg tulus dan rasa cinta.

 

ibu dan ayah, terima kasih telah membimbingku menjadi seorang yg dapat melihat dan tak menjadi seorang yg buta, buta akan kebenaran buta akan jalan yg baik. keringatmu takkn pernah sia" karna allah tau lelahmu bukan untuk kenikmatan dunia semata, tapi menginginkan anakmu ini untuk menjadi seoraseorang yg dekat dengan tuhannya.

 

ibu dan ayah seorang pahlawan yg namanya tak terukir di buku sejarah, namun, nama mereka terukir di depan pintu syurga aamiin.

nama merek memang tiak terukir di buku sejarah tapi aku yakinallah tulis nama meeka di buku syurga, merekalah sosok manusia yg bekerja tanpa lelah berjuang tanpa mengenang jasa, cucuran air keringat mengalir di di pipi mereka, namun itu semua tidak pernah di perdulikan hanya demi melihat anak anaknya bahagia.

aku pernah mendengar lagu yg menceritakan tentang perjuangan orng tua yg mereka berjuang tetapi tak pernah ingin di balas jasa,  betapa ikhlasnya hati mereka,sehinnga rasulullah pun pernah berkata “  bahwa ketika seorang sahabatnya yg menggendong ibunya dari luar kota mekkah menuju mekkah dan di gendong lagi untuk melaksanakan haji, lalu dia bertanya kepada rasulullh apakah atas perbuatannya tersebut sudah dapat di kategorikan sebagai seorang telah membalas jasa ibunya? Lalu rasulullah berkata “ bahkan untuk setetes keringatnya saja ketika melahirkan mu semua yg kau lakukan belum mampu untuk membalasnya”.

mereka memang bukan seorng presiden, bukan seorng pejabat, bukan seorsng penguasa, ataupun seorang yg mempunyai pangkat atau jabatan. Karna itu semua hanya bersifat duniawi semata, akan tetapi yg harus kita ketahui,mereka punya jjabatan yg sangat besar di sisi tuhannya,punya pengaruh yg besar bagi anak anaknya, bahkan rasulullah mengatakan “ keridhoan allah terletak pada ridho orang tua dan begitu sebaliknya murkanya allah terletak pada kemurkaan orang tua”.

bahkan sangking besarnya peranan orang tua terhadap kehidupan anaknya, smpai sampai kesuksesan dan kebangkrutan hidup seorang anakpun tergantung bagaimana dia bersikap terhadap kedua orng tuanya. Karna pernah di kisahkan di zaman rasulullah saw. Ada seorang sahabat yg bernama al qomah, ia adalah seorang ahli ibadah yg sangat rajin dan taat kepada segala perintah allah dan selau menghidupkan sunnah rasulullah saw. Akan tetapi ketika ajalnya hendak datang nyawanya telah smapai di tenggorokan, para sahabat rasulullah saw. Membimbingnya untuk mengucapkan syahadat, namun sulit sekali al qomah untuk mengucapkannya. Sampailah para sahabat mengabarkan kepada rasulullah tentang perihal al qomah yg tidak bias mengucapkan syahdat di akhir hayatnya, padahal di masa hidupnya ia terkenal sebagai seorang  yg ahli ibadah yg tak pernah terlepas akan perintah tuhannya dan selalu menghidupkan sunnah rasulullah saw. Lalu rasulullah saw. Menghampirinya dan melihat keadaannya, seketika rasulullah saw. Bertnya kepada shabat karibnya “ apakah al qomah punya salah satu dari kedua orng tua yg masih hidup?” jawab sahabat karibnya.. punya ya rasulullah ‘ siapa? Tanya rasulullah maka sahabat karinya menjawab ibunya ya rasulullah seketika rasulullah perintahkan kepada para sahabnya untuk mencari tau di mana rumah sang ibu dan mngkabarkan kepada ibunya bahwa al qomah tengah menjalani sakaratul mautnya. Maka bergegaslah para sahabat mendatangi ibunya. Seketika sampai di hadapan ibunya maka para sahabat mengatakan kepada ibunya perihal al qomah yg sedang sakaratul maut dan sahabat mengatakan bahwa rasulullah memerintahkan engkau ( ibu al qomah ) untuk menghadap rasulullah. Maka sang ibu pun bergegas menghadap rasulullah saw. Sesampainya di hadapan rasulullah seketika ia mengucapkan salam dan di jawab oleh rasulullah dan rasulullah saw. Menanyakan kepada sang ibu apakah al qomah pernah melakukan sesuatu kesalahan kepada sang ibu sehingga ketika hendak meninggal dunia pun amal ibadah al qomah tak mampu untu membimbing mulutnya untuk mengucapkan kalimat syahadat?.maka sang ibu berkata kepada rasulullah saw. Bahwasanya al  qomah mempunyai suatu kesalahan kepada sang ibu yg sampai detik itupun sang ibu belum memafkan kesalahan al qomah. Rasulullah bertanya apa kesalahan tersebut? ibu al qomah pun menceritakan bahwanya ketika al qomah belum menikat  setiap sepulangnya al qomah dari pekerjaannya ia selalu membawa sekantong susu yg selalu di berikannya kepada ibunya terlebih dahulu baru lah dia meminum dari pada susu tersebut. akan tetapii setelah al qomah kawin, dan setiap ia pulang dari pekerjaanya dia membawa sekantong susu akan tetapi dia lebih mendahului memberikan susu tersebut kepada istrinyadibandigkan kepada diriku.dan karna hal itulah aku tidak meridhoinya dan tidak memaafkannya.maka rasulullah memerintahkannya untuk memaafkan anaknya, akan ttetapi sang ibu tetap tidak mau mmemaafkan al qomah.  Maka ketika melihat dan mendengar sang ibu tidak memaafkan al qomah, rasulullah perintahkan para sahabatnya untuk mencari kayu bakar sebanyak banyaknya dan langsung membakar al qomah. Para sahabatpun melaksanakan perintah  rasulullah , mencari kayu bakar dan bersiap siap membakar al qomah. Melihat sang anak hendak di bakar rasulullah , sang ibu bertanya kepada rasulullah “ ya rasulullah, mengapa engkau hendak membakarnya? Jawab rasulullah biyalah api dunia yg membakarnya sekarang ini, ketimbang allah membakarnya di api neraka kelak. Mendengar ujaran yg di sampaikan oleh rasulullah, maka sang ibu menangis di hadapan rasulullah dan berkata bahwasanya ia telah memaafkan al qomah dan telah meridhoinya. Seketika sang ibu telah memaafkan dan meridhoi anaknya maka terdengarlah suara dari mulut al qomah yg mengcapkan syahadat sembari mengakhiri hidupnya dengan khusnul khootimah.

yahh begitulah sedikit biografi  tentang begitu dahsyatnya  keridhoan orang tua, sebenarnya bnyak sekali hadits dan kisah yg menggambarkan tentang kemulian seorang ibu dan ayah.  Dari kesederhanaan hidupnya namun mempunyai hati yg kaya, mengajarkan kita untuk menerima apa  adanya dan selalu bersyukur atas segal nikmat dari yg maha kuasa.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PERANGKAT PEMBELAJARAN

  Pendidikan,fajarberita.com-Guru merupakan sosok yang sangat penting didalam sebuah KBM.Perangkat Pembelajaran merupakan hal yang harus dis...